Ibu Temanku Memanjakanku Seperti Anaknya Kami Tidur Bersama Houjou Maki - Indo18 -
Aku melangkah keluar, mengucapkan selamat tinggal pada rumah yang penuh kehangatan itu. Saat menutup pintu, aku menoleh ke arah jendela, melihat Ibu Riko berdiri di teras, melambaikan tangan. Hati ini terasa ringan, seakan aku membawa sepotong kehangatan rumah itu bersamaku. Hari‑hari setelahnya, hubungan kami tidak lagi sekadar teman sekelas. Aku menjadi tamu tetap di rumah Riko, dan setiap kali hujan turun, kenangan malam itu kembali muncul dalam pikiranku. Ibu Riko tetap memanjakanku seperti anaknya, memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus. Dan Maki, yang dulunya hanya sosok tetangga, kini menjadi sahabat sejati yang selalu mengingatkan kami bahwa kebersamaan itu sederhana: sebuah teh hangat, sepiring nasi goreng, dan satu selimut yang cukup untuk tiga jiwa.
Ibu Riko menatapku dengan mata berbinar, lalu menutup pintu kamar dengan lembut. “Selamat malam, nak. Tidurlah dengan nyenyak. Besok pagi, aku akan siapkan sarapan istimewa.” Aku melangkah keluar, mengucapkan selamat tinggal pada rumah
Setelah sarapan, aku bersiap pulang. Ibu Riko memelukku, menepuk pundakku, dan berkata: “Kamu selalu dipersilakan kembali, nak. Jangan ragu untuk datang lagi kapan pun kamu butuh tempat bersandar.” Riko menepuk pundakku juga, “Terima kasih, teman. Aku akan ingat momen ini selamanya.” Dan Maki, yang dulunya hanya sosok tetangga, kini