Durhaka Seorang Anak
(Menyela dengan sinis) Dasar perempuan tua gila. Suamiku adalah saudagar terpandang. Mana mungkin ibunya seperti pengemis jalanan.
(Tersinggung) Apa? Suamiku seorang saudagar besar lahir dari tempat sekotor ini? Jangan bercanda, Malin.
Babak 2: Kesuksesan dan Kesombongan (Suasana: Kapal mewah bersandar di pelabuhan. Malin sekarang berpakaian rapi dan mewah. Siti, istrinya, berdiri di sampingnya dengan angkuh.)
(Membela diri) Itu dulu, Siti. Sekarang aku sudah berbeda. Tapi...